Wah, indah, begitu indah. Kata yang sudah seharusnya terlontar dari balik mulut ketika mata melihat pemandangan yang menyenangkan.
“ Apa benar itu punya kamu?”
“ Iya, memangnya kamu buta apa?”
Sambil menelan liur yang memang tak ada habisnya, terkadang mencoba untuk mengalihkan pikiran akibat pemandangan yang ada di depan. Ketika telah berusaha sekuat tenaga tapi belum juga berhasil mendapatkan yang diinginkan, pemandangan yang indah itu tak akan berubah dan akan tetap menyenangkan. Semakin membuat bulu kuduk merinding, menahan …………..
“ Memangnya itu benar-benar asli?”
“ Apa asli tidaknya masih menjadi masalah?”
“ Bagiku, entahlah? Aku sendiri kadang bertanya, apa itu akan kujadikan masalah”
“ Kalau memang begitu lebih baik kamu coba saja sendiri”
“ Maksudnya, aku boleh……?”
“ Tentu, kalau cara itu bisa membantumu memutuskan apa ini akan menimbulkan
masalah atau sebaliknya”
“ Sungguh, aku boleh membuktikannya?”
“ Hanya itu yang bisa kulakukan untukmu dan spesial kupersembahkan untuk keraguan
yang masih bersarang diotak itu”
Indah, begitu indah. Pemandangan seperti ini mungkin dapat ditemui kapan saja, tapi untuk dapat persetujuan seperti ini, wah………….kapan lagi?.
“ O iya, aku ingin menanyakan apa sebelumnya kamu pernah melakukan ini?”
“ He…hee…hee, lucu. Kenapa kalimat itu bisa terlontar dari mulut mu?”
“ Apanya yang lucu, ini benar – benar serius buatku!”
“ Ups, sori. Tapi apa aku masih diperbolehkan untuk itu….?”
“ Boleh, dengan persyaratan kamu harus menjawab pertanyaanku yang tadi”
Suara bising kendaraan semakin membuatnya merasa manjadi petualang sejati yang sedang berjuang keras agar genggaman tangan pada karang itu tidaklah membuatnya melayang ke bawah dan menjatuhkan nafasnya yang terakhir.
Sial, kenapa pakai persyaratan segala, ini jelas menjadi masalah bagiku. Ini jelas kujadikan masalah. Apa harus aku membuktikan keaslian itu? Bagaimana kalau nanti semua itu tak lagi kujadikan masalah tapi malah menjadi masalah.
Indah , begitu indah. Mungkin ini semua sudah seharusnya kunikmati apa adanya, tanpa harus bertanya tentang keaslian, tanpa harus memuaskan rasa keingintahuan yang nanti malah akan menyeretku. Nikmati keindahan itu, tak perlu bersusah payah mengalihkan pikiran, tak perlu membuang muka. Keindahan itu tak akan berubah sedikitpun kalau memang sejak awal telah terlihat menyenangkan.
“ Hallooo…, gimana?”
“ Sori, aku rasa cukup bagiku untuk menikmati pemandangan ini tanpa harus
membuktikan, tapi terima kasih atas tawarannya”
( REZA )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar